Apakah Malam ini Menjawab Hausnya Wadah Berkesenian di Kota Banjarbaru?


BANJARBARU-Beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2003-2005, aktivitas berkesenian di Kota Banjarbaru dilaksanakan di Gedung Dewan Kesenian (kami menyebutnya dulu-sekarang menjadi Gedung Juang Kota Banjarbaru). Gedung tersebut semula dibiarkan terbengkalai, masih ingat penulis, beberapa rekan penggiat seni membersihkan gedung tersebut baik bangunan hingga halaman gedung. Setelah diberikan hak pinjam bersama kwartir Pramuka, maka gedung tersebut diberi sekat antara gedung kesenian dan pramuka.

Aktivitas berkesenian mulai menggeliat meski hanya berupa ruang sederhana yang berukuran sedang, dan berbagai kegiatan kesenian dan latihan dilaksanakan di sana. Namun, sebuah angin segar dihembuskan, gedung tersebut diambil alih oleh Pemerintah Kota Banjarbaru dan dijadikan Gedung Juang yang berdiri megah hingga sekarang.. Para seniman Kota Banjarbaru diberikan angin segar dan dijanjikan sebuah gedung kesenian yang layak yang tempatnya berada di area Jalan Trikora. Lama-kelamaan angin tersebut tidak lagi segar, justru membuat “gerah” para seniman, karena gedung yang dijanjikan oleh pemerintah kota pada masa itu tak juga hadir, dan justru area yang semula dijanjikan gedung kesenian berubah menjadi sebuah tempat olahraga di Jalan Trikora ( GOR Rudy Resnawan).

Meski saat ini, Dewan Kesenian memiliki tempat sementara (meminjam tempat bekas Kantor PKK Kota Banjarbaru), namun semua itu masih belum memuaskan dahaga dari para seniman yang ada. Terbukti, pada malam ini, pada Dialog Seni Budaya Kemasyarakat Kota Banjarbaru Tahun 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banjarbaru, luapan “rasa haus”tersebut diluapkan oleh seorang seniman dan sastrawan “Penyair Gila” Ayahanda Arsyad Indradi. Beliau meluapkan rasa sakit hati oleh janji palsu pemerintah pada saat itu yang berjanji menyediakan tempat khusus dan permanen untuk berkesenian.

Perasaan tersebut pun dijawab oleh Walikota Banjarbaru Bapak H.Nadjmi Adhani dan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Bapak A.R. Iwansyah. Pemerintah kali ini mengusahakan sebuah tempat untuk berkesenian bagi seniman yaitu sebuah tempat yang sangat legendaris di Kota Banjarbaru, yaitu sebuah tempat yang dulunya menjadi mess bagi tentara Uni Soviet, yang dikenal dengan Mess L. Usaha in diwujudkan dengan meminta kepada KASAU selaku pihak yang memiliki hak penuh atas tempat tersebut. Direncanakan penyerahan hak pakai atas Mess L ini menjadi kado indah bagi masyarakat Kota Banjarbaru, khususnya bagi penggiat seni pada Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-18.

Semoga komitmen ini merupakan komitmen utuh dan “waja sampai kaputing” hingga realisasi menjadi nyata. Sebuah gebrakan jika Pemerintah mampu menyediakan tempat berkesenian di Kota Banjarbaru, terlebih Kota Banjarbaru sebelumnya juga menjadi kota yang mampu mengalokasikan dana bagi kegiatan di Dewan Kesenian Kota Banjarbaru. Dengan visi Walikota Banjarbaru berkarakter dan melayani, maka wajar sebagai Walikota yang juga pernah menjadi pelopor berdirinya Dewan Kesenian Kota Banjarbaru tahun 1994 dan menjabat sebagai Sekretaris di Dewan Kesenian pada masa itu, mau memperjuangkan para seniman untuk berkesenian, karena pernah merasakan bagaimana berggelut di kesenian.

Harapan penulis, semoga jawaban malam ini, menjawab rasa haus para penggiat seni di Kota Banjarbaru? Maka kita tunggu saja…..Banjarbaru, bisa..bisa…bisa!

Review Kindai Sastra dan Seni Kreatif (KS-SK)


Menurut anda tempat apakah ini?

img_20161027_165121

lanjutkan

%d blogger menyukai ini: